Assalamualaikum WBT. Perasaan dan emosi adalah dua perkara yang sering kita dengar dan kita merasakan bahawa kedua-dua perkara ini adalah sama. Namun hakikatnya, perasaan dan emosi adalah dua perkara yang berbeza. Perasaan adalah gejala psikologi yang bersifat subjektif dan merupakan perihal merasa dengan badan atau kulit manakala emosi adalah perasaan jiwa yang kuat dan diekspresikan dengan sedih, gembira, takut dan lain-lain.
Menurut Dakir (1984) dalam Sundari, Linschoten membahagi perasaan manusia menjadi tiga bahagian :
1.Suasana Hati
Yang dimaksud suasana hati adalah rasa yang terkandung dalam situasi kejiwaan yang dapat berlangsung lama, meliputi : (a) Euphooryaitu rasa gembira; (b) Netral yaitu rasa acuh tak asuh; (c) Dysphoor yaitu rasa murung.
2.Perasaan Dalam Arti Sempit
Suatu rasa yang bersangkut paut dalam situasi yang di dalamnya terdapat hasil konfrontasi harga diri dengan harga lain, sehingga terdapat bermacam-macam perasaan. Misalnnya rasa heran, antipati, simpati, belas kasihan, benci, rasa hormat dan sebagainya. Setiap hasil konfrotasi antara pribadi dan objeknya, menghasilkan nilai yang berbeda tergantung pada nilai pribadi dan nilai objeknya.
3.Emosi
Emosi merupakan bagian dari perasaan dalam artian luas. Emosi tampak karena rasa yang bergejolak sehingga yang bersangkutan mengalami perubahan dalam situasi tertentu. Karena afektifitas melebihi batas yang bersangkutan tidak dapat menyesuaikan diri dengan sekitarnya.
Menurut Chaplin (1972) perasaan adalah keadaan individu sebagai akibat dari persepsi sebagai akibat stimulus baik externel mahupun internal. Mengenai emosi, Chaplin berpendapat bahwa definisi mengenai emosi cukup bervariasi yang dikemukakan oleh para ahli psikologi dari berbagai orientasi. Namun demikian dapat dikemukakan atas “general agreement” bahwa emosi merupakan reaksi yang kompleks yang mengandung aktiviti dengan darjat yang tinggi dan adanya perubahan dalam kejasmanian serta berkaitan dengan perasaan yang kuat, karana itu emosi lebih terdedah daripada perasaan, dan sering terjadi perubahan perilaku, hubungan dengan lingkungan kadang-kadang terganggu.
Perasaan terbahagi kepada dua iaitu :
1. Perasaan jasmani
a. perasaan indriah : perasaan yang berhubung dengan perangsang panca indera seperti pahit, masin dan manis.
b. perasaan vital : perasaan yang berhubungan dengan keadaan jasmani seperti loya, segar dan lemah.
2. Perasaan rohani
a. perasaan keagamaan : perasaan yang berhubungan dengan agama.
b. perasaan intelektual : perasaan yang berhubungan dengan hasil pemikiran.
c. perasaan kesusilaan : perasaan yang berhubungan dengan hukum karma.
d. perasaan keindahan : perasaan yang berhubungan dengan seni
e. perasaan sosial : perasaan yang berhubung dengan manusia
f. perasaan harga diri : perasaan yang berhubungan dengan penilaian orang lain terhadap diri sendiri
e. perasaan sosial : perasaan yang berhubung dengan manusia
f. perasaan harga diri : perasaan yang berhubungan dengan penilaian orang lain terhadap diri sendiri
Perkembangan Emosi
Emosi berkembang sejak anak lahir. Emosi ditimbulkan oleh adanya rangsangan. Pengalaman-pengalaman atau latihan-latihan dapat mempengaruhi efektifnya rangsangan dalam menimbulkan emosi mahupun menghambat timbulnya emosi. Pada masa kanak-kanak ekspresi emosi sukar dibezakan, makin besar makin dewasa makin banyak anak belajar mengekspresikan emosi ke dalam kalangan masyarakat. Selain itu anak makin dapat membezakan rangsang-rangsang. Emosi nampak dari luar berupa tingkah laku yang sesuai dengan cara-cara yang dipelajari dari masyarakat. Pengalaman sangat mempengaruhi perkembangan dan kematangan emosi. Orang yang mempunyai banyak pengalaman dan yang bersifat positif tentu saja akan berbeda perkembangan dan kematangan emosinya. Pengalaman yang didapat dari keluarga, sekolah pergaulan, jabatan akan menentukan corak perkembangan emosi. Di samping itu adanya media massa sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap perkembangan emosi.
Menurut hasil penelitian mengungkapkan hubungan antara pengendalian emosi dengan faktor genetik masih sedikit diragukan, penelitian akhir-akhir ini,menurut Goleman (1997) bahwa pengaruh genetik dari emosi terlihat pada perangai seseorang. Kecenderungan perangai individu dapat dilatih melalui proses belajar sepanjang hidup. Pengalaman individu dapat diperoleh secaara sengaja dan tidak sengaja. Pemberian pengalaman melalui proses belajar/pelatihan yang terencana memungkinkan dapat mengubah beberapa sifat seseorang .
Peranan Emosi Dalam Kehidupan
Sorenson menyatakan bahwa emosi sangat penting dalam kehidupan. Emosi mempunyai kebaikan dan keburukan.
1. Emosi Memperkaya Kehidupan
Emosi selalu mengalami pasang dan surut. Saat-saat yang sangat berharga apabila kita diliputi rasa perasan dan bangga. Sebaliknya apabila kita diliputi rasa tak bahagia merupakan saat yang susah dan kegelapan. Keadaan bahagia itu disebabkan kerana pancaran kebahagiaan dari emosi, dan sebaliknya, menunjukkan kesedihan antara bahagia dan tidak bahagia terdapat bervariasi. Kesemuanya itu akan mennentukan nilai pada hidup kita. Tanpa emosi hidup kita tak akan disertai cinta, persahabatan, bangga, marah, gelisah, takut dan sebagainya. Dengan emosi tersebut manusia berusaha mencapai cita-citanya.
2.Emosi Menciptakan Pembatasan Kehidupan
Emosi mempersatukan kita. Antara manusia yang satu dengan yang lain kerana masing-masing pernah mengalami perasaan yang sama. Misalnya pernah merasa takut, marah, cinta, benci, bangga dan sebagainya.
3.Emosi Sebagai Dasar Kehidupan Seni
Banyak yang percaya bahwa seni merupakan pancaran hidup. Sedangkan emosi itu berasal dari hidup itu sendiri. Tolstoy tanpa ragu-ragu menunjukkkan hubungan antara emosi dengan seni. Perasaan emosi diwujudkan dalam bentuk kata-kata, gerakan-gerakan, garis-garis, dan bunyi-bunyian.
4.Emosi Memberikan Tenaga Tambahan
Dalam saat-saat tertentu, kita mempunyai kekuatan yang mengagumkan, sehingga dapat berguna saat itu.
5.Emosi Memacu Untuk Berbuat Baik
Bila kita perhatikan dan kita selidiki hubungan manusia dengan manusia lain itu berdasarkan atas rasa (emosi) cinta, seperti terwujudnya persaudaraan, persahabatan, kemurahan hati, pertolongan pada orang lain.
6.Emosi Merupakan Ubat Penguat
Perasaan emosi yang riang, perasaan emosi yang senang dan gembira dapat merupakan ubat penguat bagi kesegaran jiwa juga kesegaran jasmani.
No comments:
Post a Comment